|
KELAPA SAWIT dan KESEJAHTERAAN PETANI
Oleh: Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP
Pembangunan perkebunan kelapa sawit bertujuan untuk menghilangkan kemiskinan dan keterbelakangan khususnya di daerah pedesaan, di samping itu juga memperhatikan pemerataan perekonomian antar golongan dan antar wilayah. Pembangunan pertanian yang berbasis perkebunan dalam arti luas bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat sehingga terjadi suatu perubahan dalam pola hidup masyarakat di sekitarnya.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
ADAKAH MAFIA DI SEKTOR PEMASARAN PRODUK PERTANIAN KITA (Kendala Pemasaran Produk Pertanian)
Oleh: Almasdi Syahza
Dalam memacu pertumbuhan ekonomi, kebijaksanaan ekonomi harus menganut paradigma baru dimana pemberdayaan ekonomi rakyat harus menjadi perhatian utama. Karena sebagian besar rakyat hidup pada sektor pertanian dan sektor ini masih memberikan kontribusi yang besar pada perekonomian negara, maka pemberdayaan ekonomi rakyat juga berarti membangun ekonomi pertanian dengan lebih baik. Pembangunan industri harus memperhatikan keterkaitan kebelakang (backward linkage) dengan sektor pertanian atau sektor primer sedangkan keterkaitan kedepan (forward lingkage) harus memperhatikan pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah dan pemasaran yang baik sehingga produk yang dihasilkan tidak sia-sia.
|
|
Baca selengkapnya..
|
|
Model Kelembagaan Ekonomi Perkebunan Kelapa Sawit
Dipublikasikan pada Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia Vo 40 No 2, Maret-April 2011, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Artikel lengkap
Dalam upaya pembangunan ekonomi di pedesaan, khususnya di luar Jawa, pemerintah mengambil satu kebijakan melalui pembangunan sektor pertanian yang difokuskan di daerah pedesaan. Untuk pembangunan ekonomi pedesaan tersebut pemerintah daerah telah mengembangkan sektor pertanian khususnya subsektor perkebunan dengan kelapa sawit sebagai komoditi utama. Ke depan perlu dirancang suatu model pengembangan perkebunan di pedesaan. Model kelembagaan tersebut bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan petani di pedesaan dalam bentuk Agroestate Berbasis Kelapa Sawit (ABK). Melalui program ABK, petani memperoleh kesempatan untuk membeli/memiliki saham di pabrik kelapa sawit (PKS) perusahaan pengembang. Model ABK merupakan konsep pembangunan perkebunan di pedesaan untuk masa datang, konsep ini berupa bentuk kerja sama dengan perusahaan pengembang.
|
|
Baca selengkapnya
|
|
URGENSI MENULIS KARYA ILMIAH, MENELITI DAN PUBLIKASI
Oleh: Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MP
Penelitian adalah upaya (kegiatan) membangun ilmu, yang dilakukan tidak semena-mena, melainkan dengan melalui prosedur-prosedur dan menggunakan metode-metode tertentu, yang dilakukan secara sistematis. Prosedur-prosedur sistematis itu menunjuk pada filsafat ilmu, sedangkan metode-metode tertentu yang sistematis menunjuk kepada metodologi. Dengan demikian, untuk dapat memahami dan melakukan penelitian itu, selain menguasai metodologinya juga harus menguasai filsafat ilmunya. Karena itu pula biasanya metodologi penelitian tidak dapat dipisahkan dari Filsafat Ilmu.
|
|
Baca selengkapnya
|
|
Negara Berkembang dan Upaya Pembangunannya
Paul Hoffman melukiskan dengan jelas gambaran suatu negara yang berkembang (terbelakang) dalam ungkapan berikut: Setiap orang dapat memahami suatu negara terbelakang apabila ia melihatnya. Negara berkembang adalah suatu negara yang ditandai dengan kemiskinan, kota yang dipadati oleh pengemis dan penduduk desa yang sudah mencari nafkah di kampung halamannya sendiri. Negara berkembang adalah suatu negara yang jarang memiliki industri, seringkali dengan persediaan tenaga dan listrik yang tidak memadai. Negara tersebut tidak memiliki jalan raya dan kereta api yang cukup, pemerintah belum dapat memberikan pelayanan yang memadai, dan komunikasi yang ada biasanya buruk. Rumah sakit dan lembaga pendidikan tinggi sangat sedikit. Sebagian besar penduduk buta huruf.
|
|
Baca selengkapnya..
|
|
Permasalahan Koperasi di Pedesaan
Oleh: Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP
Koperasi merupakan wadah untuk mengembangkan demokrasi yang menghimpun potensi pembangunan dan melaksanakan kegiatan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota-anggotanya. Koperasi berfungsi sebagai alat perjuangan ekonomi yang mampu mengelola perekonomian rakyat untuk memperkokoh kehidupan ekonomi nasional berdasarkan azas kekeluargaan.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 3 |